Kamis, 10 Maret 2016

simbol,referent and reference in semantic



Lambang atau simbol
Lambang memiliki pengertian sebagai sesuatu seperti tanda (lukisan, tulisan, perkataan) yang menyatakan suatu hal, yang mengandung suatu makna tertentu. Chaer mengemukakan (2013: 37) bahwa lambang sebenarnya juga adalah tanda. Hanya bedanya lambang tidak memberi tanda secara langsung, melainkan melalui sesuatu yang lain. Misalnya warna merah pada bendera Sang Merah Putih merupakan lambang “keberanian”, dan warna putih merupakan lambang “kesucian”. Gambar padi dan kapas pada burung Garuda Pancasila melambangkan”keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Lambang atau simbol merupakan tanda yang bersifat konvensional yang dihasilkan manusia melalui alat ucapnya. Menurut Plato dalam Prawirasumantri (1998: 24) bahwa lambang atau simbol adalah kata dalam suatu bahasa, sedangkan makna adalah objek yang kita hayati di dunia yang berupa rujukan oleh lambang tersebut. Seperti kata Odgen dan Ridchard (1972: 9) dalam Chaer (2013: 38) bahwa lambang ini bersifat konvensional , perjanjian; tetapi ia dapat diorganisasi, direkam dan dikomunikasikan.
Bunyi-bunyi bahasa atau satuan bahasa sebenarnya termasuk lambang sebab sifatnya konvensional. Untuk memahami makna atau yang diacu oleh bunyi-bunyi bahasa itu kita harus mempelajarinya. Tanpa memepelajarinya, orang Inggris tidak akan tahu bahwa <meja> dalam bahasa Indonesia adalah ‘table’ dalam bahasanya.

Referent
Istilah ini akan lebih mudah dipahami saat kita melihat segitiga makna yang dipopulerkan oleh Ogden dan Richards. Dua linguis ini membuat sebuah penemuan yang mengesankan. Konsep ini kurang lebih hampir sama dengan segitiga Ullman. Oleh karena itu, konsep ini sering digunakan penulis dalam menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan kajian semantik. 



Pada gambar itu ada symbol yang memfokuskan pada kata sebagai bahasa simbolik. Jadi ketika sebuah kata yang ditulis atau diucapkan akan memiliki makna untuk merujuk kepada sesuatu diluar bahasa. Sebagai contoh, kita membaca tulisan ‘kursi’ dalam sebuah teks. Maka, kita akan menghubungkannya pada sebuah benda yang berdasarkan pengalaman kita, pernah melihat ataupun menggunakannya. Konteks fisikal inilah yang kemudian disebut referent. Tetapi dalam perkembangannya, konsep Ogden dan Richard lebih cocok untuk sebuah kata benda ‘yang konkrit’, bukan kata emotif. Kata emotif lebih sulit untuk dipahami secara lebih jelas karena telah dicampuradukkan dengan emosional, diplomatic dan gangguan lain. Sebagai contoh kata rajin, baik, kebebasan, kesetiaan. Istilah reference memiliki maksud pada symbol bahasa dan rujukan. Sebagai contoh, kita bisa menyebut ‘Ir. Sukarno’ atau ‘Presiden RI yang pertama’ guna merujuk pada referent yang sama. Dengan contoh yang telah diberikan ini kita bisa lebih mengerti apa yang dimaksud dengan reference dan referent.


What is Symbolset?
Symbolset aims to provide well-crafted symbols using the most suitable methods. This has led us to develop our own semantic symbol webfont. Let’s discuss how we arrived at webfonts and why semantics are important.
There are other techniques for displaying symbols that are suitable under certain conditions. We’ll talk about those another time.
Where did symbol fonts come from?
Proto- symbol fonts are kind of old. They weren’t called fonts, the term was used more conservatively than it is today. They lacked the cohesion, the set-ness, of a typeface. But these pictorial cuts were sold and used alongside type. They were wood, metal, film, and available in type catalogs as individual pieces. The imagery and themes of these old pictorial cuts were different but the relationship with type was the same.
Today, our computers ship with symbol fonts: Zapf Dingbats (1978) which would eventually become part of Unicode; Wingdings (1990); and Webdings (1997) designed by, among others, Vincent Connare of Comic Sans and Trebuchet fame.
Why webfonts?
Fonts are a familiar tool. They’re lightweight and they provide dozens of glyphs with a single HTTP request. Symbol fonts have the same properties as any font on the web: file size, scale, color, transparency, effects, transitions, and more.
Webfonts are becoming a more popular means for displaying symbols and UI elements. The adoption of symbol fonts by the web has been precipitated by a need for resolution-independence and backed by support for webfonts.
How are they used?
Digital symbol fonts commonly map symbols in place of alphabetic characters. This method, still in use by many icon fonts today, is a clever hack for dealing with limitations of early digital font formats. With Symbolset we are removing those limitations.
Each icon font using this technique maps symbols in their own way. “A” will be five different symbols in five different fonts. This arbitrary mapping boxes us in. It prevents conversation between sets and doesn’t allow us to change sets easily.
Digital type has a system. You can set “A” in Helvetica, Georgia, or Verdana. Each will look different, and subjectively beautiful. However each is an “A” and each has Unicode code point U+0041. “A” is not an airplane. It’s not a checkmark nor a paperclip.
Language and systems are vital.
How does Symbolset work?
Elegant solutions are often created with the tools you already have.
Our system uses plain-language keywords and Unicode instead of letter-mapping. They’re baked into our fonts with OpenType.
As we release new sets we reinforce imagery and meaning. We nurture a system that allows us to switch between sets as we would typefaces.
Is this a new idea?
There have been a handful of fonts that use similar OpenType features but nothing that meets the needs of the web.
A handful of people have told us they’ve dreamt of semantic symbol fonts. That’s awesome. That tells us that this makes sense. The semantic font is the logical step given our tools and needs.
Why are semantics important?
Our web is powered by language, a system of structure and syntax.
Type is a system for visualizing language. HTML is a language for describing structure. CSS is a language for describing presentation.
We assemble the web, connecting these building blocks with others. Semantic symbol fonts offer system, language, and most importantly meaning to a tool that is without any.
Let’s invest in type on the web.
Let’s invest in our core tools.
Let’s invest in language.






Minggu, 06 Maret 2016

kepercayaan diri kunci kesuksesan bagiku

Sewaktu kecil mungkin kita sudah diajarkan bagaimana kita beradaptasi dengan seseorang dan bagaimana kita melakukan hal itu dengan masyarakat.Dan ada salah satu buku yang menceritakan tentang bagaimana kepercayaan diri akan mampu membuat kita bisa melakukan hal itu. sewaktu pengalaman saya menyampaikan persentasi dipembelajaran liguistic bersama mr budi sewaktu itu saya mungkin kurang menguasai materi dan kurang memahaminya tetapi berkat kepercayaan diri dan saya mengatakan dalam hati kecil saya saya bisa bisa bisa melakukan hal itu akhirnya saya bisa dengan lancar mempresentasikan makalah liguistic kami dengan judulnya syntax.
Kisah yang dapat diambil dari saya yaitu bahwasanya:percayalah pada kemampuan diri sendiri. Seandainya lokomotif itu tidak percaya akan kemampuannya tiba di atas bukit, bisa jadi kisah dalam buku itu berakhir menyedihkan.
Bukan hanya lokomotif itu saja yang dapat mengatakan, “Aku bisa, aku bisa, aku bisa”, tetapi Anda pun dapat melakukan yang sama. William Arthur Ward, penulis kondang asal Amerika mengatakan, ”Saya adalah pemenang karena saya berpikir seperti pemenang, bersiap jadi pemenang, dan bekerja serupa pemenang.” Ward betul, jika Anda berpikir menjadi seorang pemenang, maka memang benar Anda seorang pemenang.
Kisah heroik lokomotif itu dalam dunia nyata dibuktikan sendiri oleh Hendrawan, atlet bulutangkis Indonesia. Tahun 1997, Hendrawan dinyatakan sudah habis oleh PBSI. Karena faktor usia dan prestasinya yang menurun, PBSI bermaksud mengeluarkan Hendrawan dari Tim Pelatnas. Tapi Hendrawan punya keyakinan sendiri, bahwa ia percaya kemampuannya dan belumlah habis. Hendrawan masih percaya bahwa ia dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi. Dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi, dan diiringi kerja keras yang tidak lelah, Hendrawan menunjukkan kepada dunia bahwa ia memang mampu meraih prestasi luar biasa.
Hendrawan membuktikan kemampuannya telah sempat dinyatakan sudah habis. Tahun 1998, Hendrawan menjadi penentu kemenangan Tim Thomas Indonesia. Juga ia menjuarai Singapura Terbuka. Kemudian di tahun 2000, Hendrawan kembali menjadi penentu kemenangan Tim Thomas Indonesia. Di tahun itu pula ia mengukir namanya dengan meraih medali perak dalam Olimpiade Sydney. Masih di tahun yang sama, ia menjadi runner up Jepang Terbuka. Dan pada tahun 2001, ia menjadi Juara Dunia Tunggal Putra, sebuah gelar yang menjadi idaman pebulutangkis manapun di dunia. Tahun 2002, ia kembali membawa Indonesia mempertahankan Piala Thomas ke Tanah Air.Percaya kemampuan diri sendiri tak harus ditunjukkan oleh mereka yang berprofesi sebagai atlet, yang bekerja di kantoran, yang mempunyai stamina fisik yang prima, atau mereka yang masih muda dan memiliki semangat menggebu-gebu. Percaya pada diri sendiri, percaya akan kemampuannya, dapat ditunjukkan oleh siapa pun. Tanpa mengenal pekerjaan, status, umur, dan jenis kelamin.
Percaya kemampuan diri sendiri tak harus ditunjukkan oleh mereka yang berprofesi sebagai atlet, yang bekerja di kantoran, yang mempunyai stamina fisik yang prima, atau mereka yang masih muda dan memiliki semangat menggebu-gebu. Percaya pada diri sendiri, percaya akan kemampuannya, dapat ditunjukkan oleh siapa pun. Tanpa mengenal pekerjaan, status, umur, dan jenis kelamin.percaya diri akan membuat kunci sukses dihidup saya dan jangan lupa dengan menjalani syariat agama yang terpenting barulah anda harus memiliki sifat kepercayaan diri tersebut.
Dari kisah saya dan cerita cerita yang saya tatarkan semoga menambah sifat kepercayaan diri anda dan membuat sukses jalan hidup anda dan jangan lupa jalankanlah syariat syariat agama berdasarkan yang anda anut. Thanks

Minggu, 28 Februari 2016

perasaan takut jadi aneh

Kejadian terjadi pada saat saya masuk kekampus tahun 2014
jadi waktu itu saya meminta tanda tangan pembimbing untuk pengisian krs saya takut waktu tetapi pembimbing unik pada dosen pembimbing lainnya dia disuruhnya saya main olahraga barulah boleh dapatkan tanda tangannya. terimaksih